Month: August 2023

13 Cara Menghilangkan Bau Kaki dan Penyebabnya

Jakarta, panti asuhan hidayah — Cara menghilangkan bau kaki rupanya beragam dan tidak sulit. Mulai dari rajin membersihkan kaki, melakukan pengangkatan sel kulit mati di kaki, hingga menyemprotkan cairan yang dapat menghilangkan bau kaki.
Tentunya, cara-cara ini dapat disesuaikan dengan kondisi kaki Anda. Misalnya, apakah mudah berkeringat karena penggunaan sepatu jenis tertentu atau disebabkan oleh aktivitas tertentu.

Namun sebelum mengetahui cara untuk menghilangkan bau kaki, sebenarnya apa saja penyebab bau kaki tersebut? Coba cek dulu penyebabnya.

Penyebab Bau Kaki

Berikut beberapa penyebab bau kaki yang dihimpun dari laman Healthline dan sumber lainnya.

  1. Keringat
    Penyebab utama bau kaki adalah menumpuknya keringat di kaki. Sebenarnya wajar jika kaki berkeringat. Sebab, kaki memang memiliki lebih banyak kelenjar keringat daripada bagian tubuh lainnya.

Kelenjar ini berguna untuk mengeluarkan keringat sepanjang hari sebagai cara tubuh untuk menjaga kelembapan kulit dan mendinginkan tubuh.

Namun, ada hal-hal lain yang membuat produksi keringat di kaki jadi berlebih dan menumpuk sehingga menimbulkan bau kaki. Salah satunya karena hormon.

Rupanya, ada hormon tertentu yang dapat memicu seseorang lebih banyak berkeringat. Umumnya, masalah ini terjadi pada remaja dan ibu hamil.

Selain itu, keringat berlebih pada kaki juga dapat disebabkan karena berdiri sepanjang hari, cuaca panas, aktivitas fisik seperti olahraga, stres, kelebihan berat badan, sampai kondisi medis tertentu.

  1. Bakteri
    Bakteri berlebih di kaki juga dapat memunculkan bau kaki. Secara alami sebenarnya ada beberapa bakteri yang hidup di kaki manusia.

Bakteri ini memiliki peran sebagai pemecah keringat di kaki saat dilepaskan. Bakteri kemudian membersihkan diri dari limbah penguraian minyak dan sel kulit mati.

Namun ketika proses itu terjadi terkadang bau tak sedap muncul. Bakteri berlebih juga dapat muncul jika kaki seseorang berkeringat, lalu kakinya dilepaskan dari sepatu.

Kemudian, kakinya dimasukkan lagi ke dalam sepatu pada kondisi keringat belum kering dari bagian dalam sepatu. Akibatnya, bakteri semakin berkembang dan menimbulkan bau kaki.

  1. Infeksi jamur
    Selain keringat dan bakteri, bau kaki juga dapat muncul karena ada infeksi jamur. Contohnya yang paling umum adalah kutu air.

Hal ini akan membuat kulit kaki semakin lembap sehingga mempercepat perkembangan bakteri yang dapat memunculkan bau kaki.

Cara Menghilangkan Bau Kaki

Berikut cara menghilangkan bau kaki.

  1. Cuci kaki setiap hari
    Cara mendasar untuk menghilangkan bau kaki adalah mencuci kaki setiap hari. Cuci kaki dapat dilakukan pada sesi mandi pagi atau sore hari.

Minimal, cucilah kaki dengan menggunakan sabun. Jika memungkinkan gosok kaki dengan sikat lembut. Setelah itu, keringkan kaki.

Pastikan kaki benar-benar kering sampai ke sela-sela jari. Sebab, kaki yang basah memicu perkembangan bakteri.

  1. Potong kuku kaki
    Selain menjaga kebersihan kaki dengan mencucinya, pastikan kuku kaki juga bersih. Jika kotor, segera bersihkan dan potonglah.

Jika bisa, potong kuku kaki sesering mungkin agar tetap pendek dan selalu bersih. Hal ini juga dapat mempengaruhi kebersihan kaki.

  1. Angkat sel kulit mati
    Coba angkat sel kulit mati yang ada di sekitar kaki agar kulit kaki tidak keras dan lebih lembut. Pasalnya, kulit yang keras mudah menjadi lembap ketika basah dan ini dapat menciptakan pertumbuhan bakteri.

Cara untuk mengangkat sel kulit mati pada kaki dapat dilakukan dengan menggosoknya atau eksfoliasi dengan batu apung.

  1. Rendam kaki dengan air garam
    Coba campurkan garam epsom ke air hangat secukupnya, lalu rendam kaki Anda. Perendaman ini dapat membuat kaki rileks dan meluruhkan kotoran hingga sel kulit mati di kaki.

Anda juga dapat merendam kaki dengan menggunakan cairan listerine maupun cuka. Rendamlah sekitar 10-20 menit, lalu keringkan.

  1. Pakai kaos kaki
    Bau kaki juga dapat dihindari dengan menggunakan kaos kaki. Dengan begitu, keringat yang keluar tidak menyerap ke sepatu.

Pilihlah kaos kaki dengan bahan yang mampu menyerap keringat, tetapi tidak membuat kaki menjadi lembap. Coba gunakan kaus kaki yang tebal, lembut, tetapi berbahan serat alami.

  1. Ganti kaos kaki
    Jangan lupa untuk mengganti kaos kaki setidaknya setiap hari. Jika Anda menggunakan kaos kaki untuk berolahraga, sebisa mungkin gantilah setelah olahraga.

Gunakan kaos kaki baru untuk aktivitas baru. Soalnya, keringat yang menempel pada kaos kaki dapat memicu bau kaki.

Maka dari itu, ketika keringat sudah menempel ke kaos kaki sebaiknya diganti agar keringat tidak menumpuk semakin banyak dan semakin lama.

  1. Hindari sepatu yang terlalu ketat
    Jika tidak ingin bau kaki, sebaiknya hindari menggunakan sepatu yang terlalu ketat atau sempit. Sebab hal ini dapat membuat kaki menjadi lebih lembap. Bahkan, memicu keringat berlebih pada kaki yang justru dapat memunculkan bau kaki.

Sebaiknya, gunakan sepatu dengan panel jaring dan hindari sepatu berbahan jelly karena dapat membuat kaki sulit bernapas dan memicu keringat berlebih pada kaki.

  1. Rotasi sepatu
    Rotasi penggunaan sepatu atau sandal sehari-hari dapat membuat alas kaki kering lebih maksimal dari keringat kaki yang menempel di bahan sepatu atau sendal.

Oleh karenanya, coba tidak menggunakan sepatu yang sama setiap hari. Yang tak kalah penting, coba simpan sepatu atau sandal di tempat dengan sirkulasi udara yang baik agar cepat kering.

  1. Gunakan sepatu atau sandal terbuka
    Coba gunakan sepatu atau sandal dengan model terbuka, khususnya pada bagian depan kaki atau jari-jari. Tujuannya agar kaki mendapat sirkulasi udara yang baik sehingga tidak mudah berkeringat.

Kalaupun berkeringat, bisa segera kering sehingga tidak bau kaki. Jika memungkinkan, lepaslah sepatu atau sandal sesering mungkin agar kaki tetap kering.

  1. Oleskan alkohol
    Untuk mencegah bau kaki, coba oleskan alkohol ke kapas, lalu gosok ke kaki setiap malam. Ini akan membantu mengeringkan kaki. Namun sebaiknya jangan oleskan alkohol pada retakan di kulit kaki.
  2. Semprot cairan anti-jamur
    Jika ingin mencegah bau kaki, Anda dapat menggunakan cairan anti-jamur ke kaki. Caranya mudah, biasanya tinggal disemprotkan saja ke kaki minimal sekali per hari.
  3. Pakai deodoran sol
    Anda juga dapat menggunakan deodoran sol. Caranya, masukkan deodoran sol ke dalam sepatu selama beberapa waktu.

Tunggu sampai wanginya dapat menetralisir bau di sepatu yang dapat menyerap ke kaki sehingga menimbulkan bau kaki.

  1. Semprotkan antiperspiran atau deodoran kaki
    Jika kaki sudah telanjur bau, coba semprotkan cairan antiperspiran atau deodoran kaki ke kaki Anda. Ini dapat mengurangi bau kaki dengan cepat.

Apa Bahaya Tidak Cebok Setelah Buang Air Besar?

Jakarta, click here for info — Membersihkan kemaluan atau cebok umumnya dilakukan semua orang setelah buang air besar (BAB). Cebok usai BAB penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim.
Lantas, apa bahaya jika tidak cebok setelah buang air besar?

Baru-baru ini, Gubernur Papua non aktif, Lukas Enembe mendapat banyak keluhan dari sesama tahanan di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lukas memang menjadi tahanan akibat dugaan korupsi besar-besaran yang dilakukannya selama menjabat sebagai gubernur.

Para tahanan mengeluh soal kebiasaan Lukas yang kabarnya sangat jorok. Lukas disebut tidak menjaga kebersihan, salah satunya tidak cebok setelah buang air besar.

Kebiasaan tidak cebok setelah buang air besar ini bukan hanya mengganggu orang lain seperti yang dirasakan rekan satu rutan Lukas. Kenyataannya, tidak cebok juga berbahaya untuk kesehatan diri sendiri.

Menukil Healthline, ada sejumlah masalah kesehatan yang bisa terjadi jika Anda tidak membersihkan anus setelah buang air besar. Masalah ini bisa dialami baik oleh pria maupun wanita.

Berikut masalah yang bisa terjadi jika habis buang air besar tidak cebok:

Wanita

Komplikasi yang bisa dialami jika Anda tidak cebok setelah buang air besar mulai dari iritasi labial, infeksi saluran kemih, hingga vaginitis. Semua masalah ini terjadi karena bakteri feses yang tertinggal di anus bisa masuk ke area vagina.

Pria

Tidak berbeda jauh dengan wanita, berbagai komplikasi kesehatan di area intim juga bisa terjadi jika pria tidak cebok setelah buang air besar. Masalah itu yakni infeksi saluran kemih, gatal di area selangkangan hingga organ vital, dan tentunya rasa tidak nyaman.

Bagaimana membersihkan kemaluan setelah buang air besar?

Cara terbaik membersihkan kemaluan atau anus setelah buang air besar adalah menyeka dari arah depan ke belakang. Apapun benda yang Anda gunakan untuk membersihkan anus, baik tisu atau air tetap harus menyeka dari arah depan ke belakang.

Melansir Verywell Health, menyeka dari depan ke belakang sangat penting bagi orang yang memiliki vagina. Hal ini untuk mencegah feses memasuki uretra, lubang di mana urine keluar dari tubuh.

Sebaiknya, Anda juga tidak menggosok kulit di sekitar anus, yang disebut area perianal. Karena dapat menyebabkan robekan mikro pada kulit. Bakteri bisa masuk melalui robekan kecil ini.

Studi: Banyak Tidur di Akhir Pekan Bisa Picu Masalah Kesehatan

Jakarta, panti asuhan hidayah — Anda mungkin berpikir untuk tidur lebih banyak di akhir pekan. Sayangnya, sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa keputusan untuk tidur ekstra di akhir pekan adalah pilihan yang salah.
Para peneliti dari King’s College London menemukan hubungan antara ‘social jetlag’ atau kurang tidur sepanjang minggu dan membayarnya dengan banyak tidur di akhir pekan dengan dampak negatif terhadap kesehatan.

Salah satu organ yang paling terdampak dari kebiasaan ‘social jetlag’ adalah usus.

Penelitian yang telah diterbitkan di European Journal of Nutrition ini melibatkan lebih dari 1.000 orang dewasa. Para peneliti menganalisis mikrobioma darah, feses, dan usus mereka.

Para peneliti membandingkan hasil analisis antara mereka yang mempertahankan jadwal tidur teratur dengan mereka yang tidak teratur.

Hasilnya, terlihat perbedaan yang cukup signifikan berkaitan dengan keadaan usus peserta. Bahkan, perbedaan durasi tidur selama 90 menit saja membuat mikrobioma usus pada dua kelompok peserta tampak berbeda.

“Ini adalah studi pertama yang menunjukkan bahwa perbedaan kecil berkaitan dengan waktu tidur sepanjang minggu sangat erat kaitannya dengan spesies bakteri usus yang muncul,” kata penulis senior dari School of Life Course & Population Sciences Wendy Hall dalam sebuah pernyataan, mengutip New York Post.

Para peneliti menemukan tiga dari enam mikroorganisme di usus orang yang jam tidurnya berantakan di akhir pekan tidak menguntungkan dari sisi kesehatan. Misalnya, bisa meningkatkan risiko obesitas, peradangan, hingga memicu masalah kardiovaskular.

Walau demikian, jam tidur berantakan kemungkinan bukan satu-satunya faktor penyebab mikroorganisme baru muncul di usus. Hall menyebut, hal ini kemungkinan berkaitan juga dengan perbedaan pola makan dan lainnya.

“Data kami menunjukkan bahwa faktor lain yang tak kasat mata mungkin juga terlibat,” katanya.

Atas dasar ini, penelitian lanjutan berkaitan dengan jam tidur ekstra di akhir pekan perlu dilakukan.

“Mempertahankan pola tidur yang teratur, tahu kapan harus tidur dan kapan harus bangun setiap harinya adalah gaya hidup yang bisa dilakukan siapa saja. Hal ini bahkan sangat baik untuk kesehatan usus,” kata Kepala Ilmuwan ZOE Sarah Berry. ZOE sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan. Studi ini juga merupakan bagian dari ZOE Predict.

Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur memberi efek negatif bagi kesehatan. Tidur teratur lebih dari sembilan jam per malam meningkatkan risiko stroke.

Penelitian lain juga menyebut bahwa tidur siang terlalu lama berhubungan erat dengan tekanan darah tinggi, indeks massa tubuh, dan ukuran pinggang yang besar.

Kenapa Merasa Lelah dan Ngantuk Habis Makan? Bisa Jadi Ini Sebabnya

Jakarta, Klik Here — Setelah melalui setengah hari yang sibuk, makan siang seperti siraman energi yang luar biasa. Anehnya, alih-alih lebih bertenaga, kita justru sering merasa lelah sampai ingin tidur setelah makan.
Mengapa demikian?

Merasa lelah setelah makan siang, atau setelah makan secara umum, dikenal sebagai postprandial somnolen, atau dalam bahasa sehari-hari disebut food coma.

“Bagian dari fenomena ini adalah karena fisiologi dasar: Ketika manusia makan, sebagian besar darah kita masuk ke organ pencernaan untuk mengolah makanan,” kata Sandra Arévalo, pakar kesehatan di RS Montefiore Nyack.

Setelah seseorang makan, tubuh mungkin menghasilkan lebih banyak serotonin, sebuah neurotransmitter yang mengatur tidur dan suasana hati, terutama jika makanan tersebut tinggi asam amino esensial triptofan.

Mengutip Cleveland Clinic, asam amino esensial banyak ditemukan dalam protein seperti ayam, keju, dan ikan.

Julie Stefanki, nutrisionis dari Academy of Nutrtion and Dietetics mengatakan kecenderungan menjadi lelah setelah makan sebenarnya tidak menunjukkan sesuatu yang salah. Namun, itu bisa dianggap sebagai masalah karena norma budaya, khususnya di Amerika Serikat.

Sama halnya di Indonesia, orang-orang di AS menjunjung tinggi produktivitas di siang hari alih-alih beristirahat.

“Saya selalu memikirkan Spanyol dan orang-orang yang memberi tahu saya ketika mereka mengunjungi tempat-tempat di mana mereka tidur siang,” tambahnya.

Selain itu, ada sejumlah faktor tambahan yang memperburuk kelelahan setelah makan. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dan cara melakukan penyesuaian.

Konsumsi makanan “berat” dan manis

Salah satu penyebab merasa lelah setelah makan adalah mengonsumsi makanan berat baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Beberapa orang makan berlebihan di siang hari, terutama jika mereka punya banyak tugas yang sedang dikerjakan.

Tidak sarapan juga dapat menyebabkan makan berlebihan siang harinya karena kesulitan mengendalikan nafsu makan.

“Seseorang yang merasa sangat lelah setelah makan mungkin mempertimbangkan untuk memperlambat makan mereka dan mengurangi porsinya sedikit sampai mereka tidak makan berlebihan,” kata Stefanski.

“Karena apa pun yang Anda makan, apakah itu karbohidrat, lemak, protein, jika Anda makan lebih banyak dari yang dirancang tubuh Anda untuk ditangani, tubuh akan menghabiskan waktu lama untuk mencerna makanan itu.”

Sejumlah makanan tertentu dapat menyebabkan kelelahan. Lemak adalah nutrisi yang paling sulit dicerna karena molekulnya jauh lebih besar daripada protein atau karbohidrat, kata Stefanski dan Arévalo.

“Jika Anda makan tinggi lemak seperti gorengan atau pizza itu bisa membuat Anda merasa lelah. Makanan tinggi gula tambahan atau karbohidrat olahan dapat memiliki efek yang sama.”

Kristin Kirkpatrick, ahli diet terdaftar di Cleveland Clinic mengatakan, ada baiknya konsumsi makanan yang mengandung banyak serat.

Serat dalam makanan utuh dapat memperlambat penyerapan gula ke dalam tubuh, yang berarti tidak menyebabkan lonjakan insulin. Serat juga memberi tubuh energi yang lebih stabil dan tahan lama.

Menurut para ahli, memilih makanan dan camilan yang lebih seimbang dapat membantu Anda mengurangi rasa lelah setelah makan. Makanan itu semisal salmon, daging ayam putih, dan kacang-kacangan.

“Lima menit jalan kaki atau sesuatu yang membantu meningkatkan sirkulasi dan kewaspadaan juga [terhadap lelah setelah makan],” kata Arévalo.

Kurang tidur

Tidur mengatur hormon manusia, termasuk hormon pencernaan Anda. Jika Anda kurang tidur, tubuh cenderung menekan hormon leptin untuk memberi sinyal kenyang.

“Atau meningkatkan ghrelin, hormon yang memerintahkan “beri saya makan,” jelas Kirkpatrick.

Kurang istirahat juga dapat berdampak negatif pada keterampilan pengambilan keputusan, pengaturan emosi, dan wilayah otak yang mengatur asupan makanan, sehingga semakin sulit untuk menahan keinginan akan makanan yang sangat enak.

Anda dapat meningkatkan kualitas tidur dengan memastikan tidur selama tujuh hingga sembilan jam per malam di lingkungan yang sejuk, gelap, dan sunyi. Hindari minum kafein setidaknya enam jam sebelum waktu tidur.

Masalah gula darah

Bagi sebagian orang, kelelahan setelah makan bisa menandakan sesuatu yang lebih serius.

“Statistik saat ini menunjukkan bahwa banyak orang di AS menderita diabetes atau pradiabetes dan tidak mengetahuinya,” kata Stefanski.

“Ketika seseorang tidak dapat memetabolisme karbohidrat dengan baik, dan karena itu memiliki jumlah insulin yang tinggi dalam darah, hal itu dapat mengurangi tingkat energi.”

Jika Anda sering merasa mengantuk setelah makan bahkan setelah melakukan penyesuaian pola makan, mintalah dokter untuk melakukan tes hemoglobin A1c.
“Tes mengukur kadar gula darah rata-rata dan menunjukkan berapa banyak glukosa yang melekat pada hemoglobin dalam sel darah merah,” kata Stefanski.

Jika hasilnya tinggi, kata dia, itu menunjukkan bahwa tubuh Anda sedang berjuang untuk memetabolisme makanan dan karbohidrat yang menyebabkan lelah serta ngantuk setelah makan.

Jangan Terkecoh, Ini Bedanya Tahi Lalat Biasa dan Kanker Kulit

Jakarta, https://www.pantiasuhan-hidayah.org/ — Tahi lalat jadi hal yang normal ada di tubuh manusia. Namun nyatanya, tidak semua tahi lalat baik-baik saja dan bisa jadi tanda kanker kulit.
Bagaimana cara membedakannya?

Dokter spesialis bedah onkologi (kanker) di Rumah Sakit Hermina Bekasi, Yadi Permana mengatakan, setiap manusia hampir pasti memiliki 10-40 tahi lalat yang tersebar di seluruh bagian tubuh mereka.

Tahi lalat terbentuk dari sel-sel melanosit yang tumbuh secara berdekatan. Namun, ketika sel melanosit tumbuh tidak terkendali, maka akan berubah jadi melanoma atau kanker kulit.

“Biasanya melanoma ini memang sangat mirip dengan tahi lalat biasa. Di awal kemunculannya agak sulit dibedakan,” kata Yadi dalam diskusi yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) secara daring tentang Kanker Kulit di Indonesia, Selasa (1/8).

Walau demikian, tahi lalat biasa dengan tahi lalat kanker ini tetap bisa dibedakan. Meski memang cara terbaik adalah memeriksa langsung ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.

“Pasti ada beberapa perbedaan meskipun cenderung mirip. Masih bisa dibedakan oleh awam walau cara terbaik memang langsung diperiksa kalau ada hal-hal yang janggal,” katanya.

Beda tahi lalat biasa dan tahi lalat kanker

https://www.pantiasuhan-hidayah.org/

Berikut ini beberapa hal yang bisa jadi tanda saat tahi lalat sebenarnya merupakan tahi lalat kanker:

Ukuran

Tahi lalat normal memiliki ukuran kecil. Biasanya tidak lebih dari 5 milimeter. Sementara tahi lalat kanker ukurannya cukup besar, bahkan bisa mengalami pertumbuhan yang signifikan.

“Pelan tapi pasti, tahi lalat kanker bisa tumbuh semakin besar,” kata dia.

Bentuk

Membedakan tahi lalat normal dan tahi lalat kanker juga bisa dilihat dari bentuknya. Kata Yadi, tahi lalat normal biasanya bulat atau oval. Sebaliknya, tahi lalat kanker bentuknya tidak beraturan.

Batas

Tahi lalat normal biasanya memiliki batas yang jelas. Permukaannya juga cenderung halus saat disentuh. Sementara tahi lalat kanker justru tidak memiliki batas yang jelas, tampak menyatu dengan kulit.

“Saat disentuh permukaannya juga tidak halus, cenderung kasar seperti bersisik,” katanya.

Warna

Normalnya tahi lalat berwarna coklat. Sementara tahi lalat kanker akan memiliki warna yang berbeda, mulai dari hitam pekat, biru kehitaman, atau merah kehitaman.

Gatal

Tahi lalat normal tidak akan memicu reaksi kulit apapun, sementara “tahi lalat kanker” akan memicu rasa gatal yang cukup mengganggu.

Mudah terluka dan berdarah

Tahi lalat biasa tidak mudah berdarah dan terluka. Sementara tahi lalat yang terindikasi kanker kulit justru mudah terluka dan cenderung mengeluarkan darah. Bahkan tahi lalat ini juga bisa mengeluarkan nanah.

3 Gelar di Usia 23 Tahun, Dito Jadi Lulusan Kampus Taiwan Plus Unair

Jakarta – pantiasuhan-hidayah.org — Baru berusia 23 tahun, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Leonardo Dito Priyantono telah mengantongi tiga gelar akademik.
Mahasiswa asal Surabaya itu akan diwisuda di Unair dan resmi memperoleh gelarnya yang ketiga pada Sabtu (12/8/2023) pekan depan. Dito mengaku tidak menyangka bakal dapat meraih tiga gelar pada usia yang terbilang muda.

Lulus dari Kampus Taiwan

Sebelum yudisium pada 2021, Dito Priyantono mengambil program double degree atau gelar ganda di S1 Akuntansi Asia University (AU) Taiwan. Dia kemudian meneruskan ke S1 Bisnis Administrasi AU. Dito telah diwisuda untuk gelar S2-nya pada Juni 2023 kemarin.

“Sebetulnya awalnya berencana lanjut dari D3 ke S1. Tapi kebetulan saat itu ada program dari Airlangga Global Engagement (AGE), yaitu program UNAIR dengan AU. Jadi bisa melanjutkan S2 dengan tenggat waktu dua tahun saja,” jelas Dito, dikutip dari rilis Unair Nomor: 343/UN3.23/MB/HM.01.03/2023 pada Kamis (3/8/2023).

Dito adalah mahasiswa Fakultas Vokasi (FV) Unair pertama yang lulus melalui program kerja sama antara Unair dan AU dengan tiga gelar. Selain hemat waktu secara signifikan, dia pun didukung oleh FV Unair dalam bentuk dukungan dana dan moral.

Dipersiapkan Terjun ke Dunia Kerja Saat di Taiwan

Selama kuliah di Taiwan, Leonardo Dito Priyantono mengaku dipersiapkan untuk berkecimpung langsung di dunia kerja. Dia berencana kembali ke Taiwan dan bekerja di sana selama 5-10 tahun guna memperoleh pengalaman sekaligus belajar mengembangkan industri di Indonesia.

Selama kuliah di Taiwan, Dito menyebut ada perubahan positif yang amat besar, terutama dalam memperluas pengetahuan akademik, budaya, dan bahasa.

“Saya merekomendasikan teman-teman mahasiswa untuk jangan gampang berpuas diri. Harus memiliki gairah dalam hidup,” ujarnya.

Dito menyarankan kepada sesama teman mahasiswa untuk banyak mencari informasi supaya dapat mengetahui potensi diri yang dapat dieksplorasi. Motivasi awal dirinya menekuni bidang ini sendiri adalah untuk keluar dari zona nyaman dan mengeksplorasi kemampuannya.

Maka dari itu, Dito mengambil ketiga jenjang dalam bidang studi yang berbeda untuk mengetahui berbagai perspektif yang bergerak dalam operasional bisnis.

Inilah Amadeo, Peraih Nilai UTBK Tertinggi 2023 yang Sempat Gagal SNBP

Jakarta – go here for info — Amadeo Yesa menjadi peraih nilai UTBK tertinggi di SNBT 2023. Mengantongi nilai 827,94, Deo diterima di Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Pemuda kelahiran Surabaya, 25 Juli 2005 ini menuturkan, pencapaiannya tidak lepas dari dukungan orang tua dan para guru di sekolahnya, SMA Katolik Rajawali Makassar.

Bagaimana cerita Deo meraih nilai UTBK tertinggi di SNBT yang beda materi dengan tahun ini?

Belajar Sedikit Demi Sedikit

Deo mengaku banyak latihan soal dengan konsisten setiap hari sebagai strategi jelang UTBK.

“Saya lebih senang belajar sedikit demi sedikit namun kontinyu dibanding dengan belajar banyak tapi hanya sekali,” tuturnya, dikutip dari laman ITS, Kamis (10/8/2023).

Menyiasati UTBK Versi Baru

Tahun ini, materi UTBK SNBT difokuskan untuk melihat kemampuan bernalar siswa alih-alih hafalan materi. Bagi Amadeo Yesa, untungnya hal ini tidak jadi masalah. Di kategori subtes Penalaran Matematika contohnya, ia meraih skor 952,23.

“Kebetulan karena saya memang suka mata pelajaran matematika sejak dulu,” ucapnya.

Sempat Gagal SNBP

Perjalanan peraih medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kimia ini tidak mulus begitu saja. Ia tidak lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di jurusan pilihannya, Departemen Teknik Informatika ITS.

Kendati demikian, anak Dr Piters Djajakustio SH MH dan Dr Werdiningsih SH MKn MH ini tidak putus asa. Ia terus giat mematangkan persiapan UTBK dan lagi-lagi hanya memilih satu prodi tujuan.

“Dari kedua jalur tersebut saya mantap menempatkan jurusan saya ini di pilihan pertama dan hanya satu-satunya,” kata Deo.

Peraih Nilai UTBK Tertinggi Pilih ITS

Deo menuturkan, ITS baginya adalah satu-satunya kampus tujuan kuliah sejak kecil. Memulai kuliah di ITS, ia meyakini jurusan Teknik Informatika di kampusnya kini yang terbaik di Indonesia.

“Bahkan ketika saya sempat merasa bingung untuk memilih jurusan, saya sudah mantap memilih ITS sebagai kampus tujuan saya, apapun jurusannya,” tuturnya.

Kini, Deo berharap masa perkuliahannya bisa berjalan lancar. Harapannya, ia juga bisa berkembang di bidang keilmuannya.

“Saya juga ingin bisa terus mengembangkan minat dan kemampuan saya dalam mengikuti perlombaan serta olimpiade nantinya,” pungkasnya.

Yuk teman-teman, persiapkan diri untuk UTBK selanjutnya dengan rutin seperti Deo dan kuliah di kampus impianmu!

Kisah Briptu Tiara: Dari Mimpi Ibunda hingga Jadi Lulusan Terbaik di Akpol Turki

Jakarta – panti asuhan hidayah — Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan prestasi yang diraih oleh seorang Polwan cantik asal Indonesia. Ia adalah Briptu Tiara Nissa Zulbida.
Nissa panggilan akrabnya berhasil menjadi lulusan terbaik saat mengikuti pendidikan di akademi kepolisian Turki. Ia diketahui menduduki peringkat lima terbaik yang membuatnya didapuk memberi kata sambutan di hadapan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Tak hanya menyampaikan sambutan, Nissa dilantik secara langsung oleh Presiden Erdogan dan diminta menyampaikan salam untuk Presiden Joko Widodo dan penduduk Indonesia.

Dibalik cerita inspiratif dan keberhasilan dara kelahiran 10 April 1993 itu ternyata ada perjuangan dan fakta-fakta menarik loh teman-teman. Dari misi mewujudkan mimpi sang ibunda untuk menjadi Polwan hingga akhirnya timbul motivasi ingin mengenalkan nama kepolisian Indonesia di mata dunia. Begini cerita Tiara Nissa selengkapnya.

Wujudkan Mimpi Ibunda Jadi Polwan

Kepada kami, Nissa bercerita ia adalah anak kedua dari 3 bersaudara yang datang dari keluarga sederhana. Sang ayah yang ia panggil sebagai “abah” yaitu H Akhmad Ariefin merupakan pensiunan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota Pasuruan.

Sedangkan sang ibunda yang ia panggil dengan “umi” yaitu Etty Ismiyati seorang ibu rumah tangga. Meski begitu, darah mengabdi menjadi polisi sudah ada di keluarga Tiara Nissa.

“Kakak laki-laki Tiara lulusan Bintara Polri tahun 2007 dan adik laki-laki lulusan Bintara Polri tahun 2021,” ungkap Tiara Nissa pada kami, Senin (31/7/2023) ditulis (7/8/2023).

Nissa menjelaskan orang tuanya memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk masalah pendidikan. Untuk itu, berbeda dengan kakak dan adiknya usai lulus dari SMA 1 Pasuruan, Tiara melanjutkan pendidikan tinggi di STIE Yapan Surabaya dengan program studi Manajemen SDM.

“Alhamdulillah, orang tua selalu mendukung penduh dan menyerahkan pilihan pendidikan secara bijaksana dan dewasa. Sejak SD tidak ada batasan atau paksaan agar Tiara mengeksplorasi kemampuan di bidang apapun dan mendoakan agar selalu berada di jalan yang baik,” tambahnya.

Meski begitu, sang ibunda memberikan dorongan kepada Tiara Nissa untuk menjadi Polwan terlebih dahulu itu adalah cita-cita dari sang ibunda, Etty Ismiyati. Bahkan setiap melihat Polwan secara langsuang atau di TV ia memberikan pendapatnya kepada Nissa.

“Nduk, awakmu ga pengen dadi koyok ngunu tah? (Nak, apa kamu tidak ingin jadi seperti mereka, berseragam Polwan itu?,” kata Tiara menirukan ucapan Ibunda kala itu.

Hal itu terjadi pada tahun 2014 ketika ia masih menjadi karyawan di salah satu bank swasta di Kota Pasuruan. Bak doa ibu yang bersambut, pada tahun itupula diketahui ada pembukaan pendidikan Brigadir Polwan atau Bintara Polri di Kota Pasuruan.

Mengetahui hal tersebut, Etty yang mengambil brosur secara mandiri di Polresta Pasuruan dan memfotokopi seluruh persyaratan yang dibutuhkan. Ketika semuanya siap, Etty akhirnya memberi tahu Nissa.

“Nduk, age daftaro (nak, ayo daftar ya),” ungkapnya lagi.

Sejak saat itu, Nissa memutuskan keluar dari pekerjaannya dan mengikuti keinginan sang Ibunda untuk menjadi Polwan. Setelah melaksanakan tes, ia terpilih melaksanakan pendidikan untuk Brigadir Polwan tahun 2014 di Pusdik, Gasum Porong, Jawa Timur.

“Saya menyakini ridho Allah ada di ridho kedua orang tua dan saya mendaftar. Alhamdulilah lolos dan melaksanakan pendidikan,” tambah Tiara.

Setelah lulus dari pendidikan, Tiara mendapat gelar Brigadir Polisi Dua (Bripda) hingga kini sudah memiliki pangkat Brigadir Polisi Satu (Briptu).

Program Akademi Polisi Turki

Pada tahun 2021, Tiara Nissa mengikuti program “The First Level Police Chief Training and The Non Thesis master Degree” di Turkish National Police Academy (TNPA). Program ini diikuti oleh 87 peserta dari 16 negara, Indonesia mengirimkan tiga wakil yaitu Briptu Tiara Nissa, Ipda Regina Andrilla Setiawan, dan Bripka Hilman Lamana.

Program ini merupakan pendidikan pembentukan kepala kepolisian pertama di Turki yang terintegrasi dengan program non-tesis master degree dalam waktu 1,5 tahun setara dengan gelar master. Setelah dinyatakan lulus, Polwan Polda Jatim itu melanjutkan program intermediate.

Ketika ditanya mengapa mengikuti program ini, Tiara Nissa menjelaskan proses ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan mimpinya. Dengan demikian ketika ada tawaran dan kesempatan, ia mencoba peruntungannya.

“Dari kecil saya punya cita-cita bisa keliling dunia dan pengen sekolah S2 dan S3 di luar negeri dengan jalur beasiswa. Bahkan mimpi ini masih ada di lemari baju saya di rumah.”

“Jadi, Alhamdulillah kalo ada tawaran kesempatan program beasiswa ke luar negeri saya selalu coba apply. Ini bukan yang pertama kali, tapi mungkin rejekinya dapat di Turki, Alhamdulillah,” ujar dara 29 tahun ini.

Belajar di negeri orang tentu bukan hal yang mudah. Nissa menyebutkan tantangan terbesarnya adalah belajar bahasa Turki di negara Turki.

Terlebih program yang diikutinya menggunakan bahasa Turki secara penuh dan untuk mengikuti programnya harus menguasa bahasa negara selevel B2. Dengan demikian ia mempelajari bahasa tersebut selama 8 bulan.

Lulusan Terbaik Akademi Polisi Turki

Tiara tak bisa memungkiri bila motivasi awalnya hanyalah untuk mendapat beasiswa dan melanjutkan pendidikan gratis ke luar negeri. Namun, ketika menjajakan kaki di Akademi Polisi Turki, motivasinya berubah.

Ia ingin Indonesia dan kepolisian Indonesia dilihat serta memiliki nama di mata dunia. Terlebih, ia merasa ketika memperkenalkan diri kepada teman dari negara lain, mereka seakan memandang rendah Indonesia.

“Ketika memperkenalkan diri dari Indonesia ke beberapa teman dari negara lain ataupun teman di Turki sendiri mereka kadang memandang rendah Indonesia. Karena mungkin ukuran tubuh saya yang dinilai kurang pantas menjadi seorang Polisi,” cerita Nissa.

Karena hal itu, semangatnya berkobar bangkit. Tiara bertekad ingin membuktikan bila Indonesia itu negara yang besar dan warganya bersatu dengan asas Bhineka Tunggal Ika berlandaskan Pancasila.

Untuk dapat meraihnya, ia mencoba melakukan yang terbaik dan mengikuti prosedur yang ada. Ia bersama Ipda Regina dan Bripka Hilman juga saling memberikan semangat dan melengkapi satu sama lain.

“Tak ketinggalan doa kedua orang tua saya yang selalu menjadi motivasi saya untuk selalu melakukan dan menjadi yang terbaik di setiap kesempatan,” tambahnya.

Kesusahan, keringat, dan usahanya akhirnya terbayar manis. Tiara Nissa berhasil menjadi lima besar lulusan Akademi Polisi Turki.

Prestasinya itu juga membuatnya berkesempatan untuk meraih kehormatan untuk memberikan pidato di acara kelulusan Akademi Polisi Turki di hadapan Presiden Erdogan dan seluruh tamu undangan yang hadir. Tiara menyatakan ia sangat bersyukur dengan kesempatan luar biasa ini.

“Perasaan waktu itu MasyaaAllah luar biasa bersyukur banget diberikan kesempatan yang luar biasa. Ini juga membuktikan tujuan Tiara untuk memperlihatkan kepada dunia bawa Indonesia bangsa yang besar dengan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasilanya,” ucapnya.

Ketika berhadapan dengan Presiden Erdogan, Nissa tak memungkiri dirinya sempat grogi dan tidak percaya. Bahkan matanya tidak bisa tahan untuk berkaca-kaca karena Presiden Erdogan menyebut namanya dan Presiden Joko Widodo.

“Pak Presiden Erdogam dalam bahasa Turki bilang ‘Tiara, ben Widodoya çok iyi tanıyorum,Widodoya selam söyle, Endonezyaya selam söyle!” Yg artinya’ (dalam bahasa Indonsia: Tiara, Saya kenal baik dengan Widodo,sampaikan salam saya ke Widodo,sampaikan salam saya ke İndonesia!),” jelasnya.

Kini, Briptu Tiara Nissa sudah kembali ke Tanah Air dan disambut dengan bangga oleh keluarga dan Kepolisian Republik Indonesia terutama Polda Jawa Timur. Tak hanya itu, dikutip dari kami, Briptu Tiara mendapat penghargaan berupa pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) 2023 dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Hal ini sejalan dengan rencana yang akan Tiara Nissa lakukan usai lulus dari Akademi Polisi Turki. Ia menyatakan ingin segera mengikuti sekolah pendidikan perwira polisi di Indonesia.

Selain itu, ia juga tak sabar kembali dinas dan melayani, mengayomi masyarakat Indonesia. Ia berharap melalui pengalamannya bisa diimplementasikan di Indonesia.

“Semoga kami (Tiara dan 2 rekannya) bisa mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan di Akademi Kepolisian Turki dalam melaksanakan tugas untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.”

“Karena segala ilmu baik materi dan praktik yang kamui dapatkan di Akpol Turki akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi kami saat berdinas,” imbuhnya.

Kemerdekaan dan Pesan Untuk Pemuda Indonesia

Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, Tiara Nissa menjelaskan makana kemerdekaan menurut kaca matanya. Menurutnya, kemerdekaan adalah merdeka dalam menentukan visi dan misi kita dalam mencapai tujuan terutama bagi seorang pelajar.

Meski dilakukan di dalam atau luar negeri, Tiara Nissa menyatakan ilmu yang didapat harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Dengan demikian, ilmu juga bisa bermanfaat untuk kemajuan bangsa Indonesia di masa mendatang.

Ia berharap meskipun pemuda Indonesia beragam dengan berbagai profesi dan perjuangan masing-masing, pemuda Indonesia bisa membangun negeri. Sehingga, ketika mencapai Indonesia emas 2045 Indonesia bisa sejajar dengan negara adidaya lainnya.

Briptu Tiara juga menyerukan semangat dan tetap berjuang untuk seluruh pemuda dan pelajar Indonesia yang tengah berjuang. Ia berpesan untuk tidak putus asa terlebih dalam mewujudkan mimpi dalam memerdekakan diri.

“Whatever it takes,always do the best and ready for the worst. Tapi jangan lupakan Tuhan, because Allah always know what’s best for us,” tutup Briptu Tiara.

Begitulah cerita perjuangan Briptu Tiara Nissa Zulbida. Menginspirasi sekali ya teman!

Pakar Unesa Bongkar 5 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Rusak Potensi Anak

Jakarta – pantiasuhan-hidayah — Pakar pendidikan anak usia dini Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof Dr Rachma Hasibuan M Kes jelaskan 5 kebiasaan orang tua yang bisa rusak perkembangan dan potensi anak. Terlebih, orang tua merupakan sekolah dan guru pertama anak-anak mereka.
Untuk itu, pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh kedua orang tuanya. Rachman menjelaskan, setiap ucapan orang tua bisa berdampak pada psikologi dan perkembangan karakter anak.

Tanpa disadari, ada lima ucapan dan kebiasaan yang sering dilakukan orang tua dan memiliki dampak besar kepada anak. Apa saja? Begini penjelasannya dikutip dari laman resmi Unesa, Rabu (9/8/2023).

5 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Rusak Potensi Anak

Membanding-bandingkan

Membanding-bandingkan anak dengan saudara atau anak lainnya dapat meruntuhkan kepercayaan diri anak terkait usaha yang telah ia lakukan maupun kemampuannya. Mental anak bisa tertekan sehingga membuat mereka takut melakukan apapun.

Bila dilakukan tanpa sadar secara berlarut-larut, kebiasaan ini dapat berdampak panjang dalam perkembangan potensi mereka.

Mencela fisik atau psikis

Menyakiti perasaan anak dengan perlakuan negatif seperti celaan fisik atau psikis dapat membuat anak tidak percaya diri. Parahnya, mereka juga bisa membenci dirinya sendiri dan merasa cemas dalam kurun waktu yang lama. Lebih jauh, hal ini bisa menyebabkan gangguan mental.

Suka mengkambinghitamkan anak

Suka mengkambing hitamkan anak atas suatu kejadian biasa terjadi karena orang tua kesal. Sehingga tanpa sadar akan keluar kata-kata seperti “gara-gara kamu nih”, “karena perbuatanmu”, atau kata serupa lainnya.

Hal ini akan membuat anak menjadi sebagai penyebab dari sebuah persoalan dan menjadi diam. Ia tidak akan berani mengungkapkan pendapatnya karena takut disalahkan.

Dengan demikian, anak bisa tidak percaya orang tua dan tidak menceritakan apapun tentang hal yang terjadi kepada dirinya. Dikhawatirkan, anak bisa menceritakan permasalahannya kepada orang yang tidak tepat di luar rumah dan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Suka menakut-nakuti

Terkesan sebagai cara pintas untuk membuat anak menurut, perlakuan ini secara tidak langsung bisa menimbulkan efek ketakutan yang serius. Perlakuan ini juga merusak imajinasi anak tentang realitas yang bisa menimbulkan trauma.

Membuang nilai positif

Terakhir adalah ketika orang tua membiasakan atau mengucapkan kalimat yang ‘membuang’ nilai positifnya. Contoh: “Nak, berbohong itu tidak masalah loh”.

Kalimat itu bisa ditangkap anak dengan arti lain dan memberikan pengaruh negatif. Anak akan merasa berbohong merupakan hal wajar dan bisa menjadi kebiasaannya.

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Bila teman-teman secara tidak sengaja melakukan hal tersebut, apa yang harus dilakukan? Berikut beberapa tips dari Prof Rachma.

Memberi contoh dalam bentuk perilaku

Pada masa pertumbuhan, anak cepat menyerap dan meniru apa yang ada di lingkungannya termasuk kebiasaan orang tua. Untuk itu, orang tua perlu memberi contoh dan menjadi teladan yang baik bagi anak terlebih bila anak masih berada di usia dini.

Mengucapkan kalimat positif dan memotivasi

Cobalah berikan apresiasi atas apa yang mereka lakukan. Dengan begitu, kepercayaan diri anak akan terbangun dan tak takut atau frustasi ketika mengalami kegagalan.

Membangun hubungan baik

Membangun hubungan baik dengan anak bisa dilakukan dari hal-hal kecil. Rachma menyatakan kedekatan dan harmonisasi keluarga dapat diwujudkan melalui komunikasi antar anak dan orang tua.

“Komunikasi ringan seperti menanyakan keseharian kepada anak, pendapat mereka tentang makanan, baju dan seterusnya. Ini bisa membuat anak menjadi lebih dekat dengan orang tuanya,” ungkap Rachma.

Membiasakan anak merasakan tanggung jawab

Langkah ini bisa dilakukan dengan meminta maaf kepada anak jika orang tua melakukan kesalahan. Perilaku ini akan membiasakan anak bertanggung jawab, mengaku salah, dan meminta maaf ketika mereka berbuat salah.

Nah itulah 5 kebiasaan yang secara tak sengaja dilakukan orang tua yang bisa merusak perkembangan dan potensi anak. Semoga membantu ya teman!

Minat Baca Buku Masyarakat Indonesia Hanya 0,001 Persen, Ini Kata Dosen Unesa

Jakarta – www.pantiasuhan-hidayah.org — UNESCO dan Kemenkominfo menjelaskan bila minat baca buku di Indonesia hanya di angka 0,001 persen.

Dengan demikian, dari seribu orang hanya satu orang yang gemar membaca buku.
Namun, menurut Prof Dr Mochamad Nursalim M Si yang juga dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) angka tersebut bersifat general. Terlebih di jenjang pendidikan tinggi, perpustakaan masih ‘dihuni’ mahasiswa walau jumlahnya tak seberapa.

Kebanyakan mahasiswa yang pergi ke perpustakaan sedang menyusun laporan, tugas akhir, atau jurnal. Dengan demikian menurut Nursalim buku masih sangat relevan dan menjadi sumber belajar yang utama.

Meski begitu, mungkinkah buku yang merupakan sumber belajar utama digantikan oleh media lain seperti menyaksikan video di YouTube? Begini pendapat Nursalim dikutip dari rilis di laman resmi Unesa, Kamis (10/8/2023).

Buku vs Youtube

Dijelaskan Nursalim buku adalah sumber belajar yang utama karena memiliki muatan yang terpercaya dan sudah melalui beberapa tahap seleksi. Namun, menurutnya internet atau media sosial tertentu juga termasuk sumber belajar.

“Banyak sekali hasil riset yang bisa diakses di internet. Juga, banyak sekali podcast, diskusi, seminar, atau kuliah umum bisa disaksikan di YouTube,” ujar Nursalim.

Belajar melalui YouTube atau mendengarkan orang diskusi atau podcast hampir mirip seperti mahasiswa yang sedang kuliah dan tengah mendengarkan dosennya mengajar di depan kelas. Langkah ini tentu suatu hal yang bagus untuk menunjang belajar mahasiswa.

Terutama bila video YouTube yang disaksikan berhubungan dengan hal-hal praktis seperti tutorial dalam melakukan sesuatu. Tapi, ketika berkaitan dengan kompetensi dan keilmuan, belajar lewat YouTube saja menurut Nursalim tidak cukup.

“Apalagi video podcast cenderung pendek dan hanya inti-intinya saja. Kita tahu pendapat orang, tapi tidak mengerti apa alasan atau premis orang di balik pendapat atau kesimpulannya itu. Intinya informasi tidak boleh ditelan mentah-mentah, tetapi perlu dipilah dan diverifikasi,” kata Nursalim.

Saran untuk Mahasiswa

Agar pembelajaran semakin maksimal ada beberapa saran dari dosen FIP Unesa ini, seperti:

Belajar dari banyak sumber

Mahasiswa tidak bisa mengandalkan buku saja atau YouTube saja melainkan perlu banyak sumber belajar. Bahkan ilmu yang didapat dari dosen di kelas juga harus diperluas dengan mendengarkan penjelasan sumber lain.

Sumber lain tersebut bisa didapat dari para ahli lainnya. Teman-teman bisa mengakses hal tersebut di kelas tambahan, pelatihan, atau menonton video di YouTube.

“Penting juga menelusuri, menggali, dan mendalami sendiri dengan membaca referensi utama atau ‘buku babon’ tiap disiplin keilmuan sebagai penguatan dan pendalaman,” tambahnya.

Mengetahui gaya belajar masing-masing

Selain itu Nursalim menyarankan agar mahasiswa tidak asal belajar tetapi perlu mengidentifikasi dulu gaya belajarnya masing-masing. Mungkin saja teman termasuk orang dengan gaya belajar visual, auditori, atau kinestetik.

Nah, gaya belajar itu bisa menentukan media dan sumber belajar apa yang sebaiknya digunakan.

Lingkungan dan suasana belajar

Lingkungan dan suasana belajar juga harus diperhatikan mahasiswa. Jika mahasiswa merasa mudah bosan atau sulit belajar sendiri, maka belajar dengan cara diskusi kelompok bisa menjadi solusi.

Namun jika mahasiswa merasa lebih nyaman dengan belajar secara mandiri, makan temukan lingkungan yang nyaman untuk menunjang proses belajarmu.

Pemilihan waktu

Terakhir, Nursalim menjelaskan pemilihan waktu juga dapat mempengaruhi efektifitas belajar seseorang. Mahasiswa lebih baik melakukan pengulangan materi pembelajaran sesering mungkin, sehingga materi yang dipelajari dapat dipahami secara lebih mendalam.

“Bahkan jika memang dibutuhkan lakukan praktek atau uji coba langsung,” pungkasnya.